Jumat, 24 Januari 2014

MENJADI TUA ITU KEREN

Ini adalah tulisan yang sama sekali tidak penting. Yang akan saya tulis ini pun tidak jelas tentang apa. Ini sekedar pengalihan perhatian saya yang agak kecewa tidak bisa nonton Indonesia Idol karena di saluran Big TV tak ada chanel MNC Grup. Dan daripada saya hanya melototi fesbuk yang isinya status G3PG, Galau Galau Ga Penting Gitu, atau ngetwit garing yang malah bikin folower berkurang, ya sudah saya nulis di blog saja.
Sempat agak kesulitan waktu tadi mau masuk ke blog sendiri karena saya lupa paswed-nya. Tapi dengan kegigihan yang sedikit drama, akhirnya saya bisa masuk kembali ke blog yang terakhir saya kunjungi tahun lalu ini.
Pertanyaan yang sempat muncul adalah, kenapa saya bisa lupa paswed? Yang kemudian saya buru-buru menjawabnya sendiri, karena kamu sudah tua, Jo! Okefaen, tua!
Ya ternyata saya sudah tua. Padahal rasanya baru kemarin dan bahkan saya masih ingat bagaimana rasanya jatuh cinta untuk pertama kalinya. Pada tetangga ujung gang anak guru bahasa Inggris. Namanya Wiwin. Gadis manja yang diusianya yang masih belia tapi sudah menyadari daya tariknya jadi lebih sering bertingkah songong dan sengak. Oke, deskripsi barusan memang sangat subyektif karena Wiwin tak pernah mau menerima cinta saya.
Ya, pada akhirnya semua orang memang akan menjadi tua. Kecuali ia mati muda. Dan itulah sebabnya, menurut saya menjadi tua itu adalah keren! Yang tidak keren itu adalah ketika menjadi tua dan masih tetap jomblo. Itu mengenaskan, saudara.
Dan karena menjadi tua adalah keren, makanya saya dengan senang hati mengaku bahwa saya memang sudah tua. Meskipun, jujur saja, saya lebih suka dibilang ganteng daripada tua.
Tapi ternyata tidak banyak orang yang menyadari bahwa menjadi tua itu keren. Buktinya, banyak yang tidak pernah mau mengakui berapa umur yang sebenarnya. Bahkan di jejaring sosial macam fesbuk, 80% hanya mengisi tanggal dan bulan kelahirannya saja. Itu pun karena biar ada yg ngucapin selamat saat dia berulang tahun.
Bicara soal umur, tidak ada yang lebih ribet daripada ibu-ibu paruh baya. Mereka, ibu-ibu paruh baya, kadang saya menyebutnya dengan IIS - Ibu Ibu Seger - meskipun ada juga yang sudah tidak seger lagi atau diseger-segerin, setiap kali ditanya umurnya berapa, mereka jawabnya malah kasih kuis.
"Ibu umurnya berapa ya sekarang?"
"Hayo coba tebak, umur ibu berapa? Hayooo.."
Menyebalkan? Memang. Tapi ya begitulah mereka. Karena buat mereka ada dua hal yang paling bikin ribet: 1. Berat badan, 2. Umur!
Makanya, harus ada trik-nya saat kita ingin tau berapa usia mereka.
"Duh, Ibu keliatan cantik sekali ya hari ini..."
"Masa sih, Mas? Ibu udah tua lho, udah 42, masa masih dibilang cantik. Mas ini bisa aja deh..hikhikhik."
Dan, tararam... tanpa kita tanya, mereka akan mengaku sendiri sudah tua dan menyebutkan usianya. Meski kadang ada juga yang masih sempat memanipulasi dengan 'menuakan' dirinya sendiri saat dipuji masih cantik.
Tapi masih mending lah. Setidaknya mereka tidak menjawab pertanyaan dengan kuis.
*melirik ke pojok kanan bawah layar monitor*
Astaga, sudah 23:50. Pantesan mata udah kaya diganduli tronton rasanya. Berat.
Yah, dengan tidak mengurangi rasa hormat, tulisan saya kali ini terpaksa saya bikin berseri. Atau yang pengin tau alasan kenapa saya menyebut menjadi tua adalah keren, silahkan datang di SAPAWANI #3, Sabtu tanggal 25 Januari 2014 di Pendopo Kecamatan Cilacap Utara mulai jam 7 malam sampai selesai. Saya akan perform Stand Up Comedy disana dan salah satu bit-nya adalah tentang MENJADI TUA ITU KEREN. Selain tentunya beberapa bit saya tentang kondisi di Cilacap saat ini.
'Hoaaaaammm..'
Baiklah teman-teman, sampai ketemu besok di SAPAWANI #3 ya. Yang punya pacar, silahkan bawa pacar. Yang ga punya pacar, silahkan bawa rantang.
Wataaaww! (@botolOrson)

1 komentar:

  1. Saya 35.
    Kenapa? Masalah buat lo?
    [duh, justru agak masalah buat saya sendiri yang masih ingin punya anak :( ]

    BalasHapus