Saat kita bertanya pada 10 anak kecil 'Kamu ingin jadi apa?', maka kita akan mendapatkan 10 jawaban yang fariatif. Bisa tentara, dokter, presiden atau apa saja.
Dan mari kita tanya pada 10 orang dewasa dengan pertanyaan yang sama, maka kita akan mendapatkan jawaban yang hampir seragam. Saya bilang hampir seragam karena mereka mungkin membalutnya dengan bahasa yang berbeda, penuh diksi atau muter-muter ga jelas. Tapi tetap saja sama tujuannya, yaitu: 'Aku ingin kaya!'
Punya banyak uang, rumah mewah, deposito, bisnis yang sukses dan lainnya.
Manusiawi. Sangatlah manusiawi ketika manusia ingin kaya. Jadi abaikan saja. Yang saya ingin sampaikan sebenarnya adalah, pada kenyataannya, semakin kita tumbuh dewasa kita akan semakin kehilangan imajinasi.
Saat seorang anak kecil dengan segala kejujurannya berkata 'aku ingin jadi astronot', maka dalam otaknya akan terbayang rangkaian kisah heroik astronot nan gagah berani versinya. Hal ini jelas sangat mungkin tidak akan ada pada imajinasi orang dewasa.
Seperti saat sekarang ini. Saya tiba-tiba kehilangan imajinasi untuk melanjutkan tulisan ini karena dalam benak saya pikiran 'aku ingin kaya' lebih mendominasi. Saya harus buru-buru menyelesaikan permasalahan saya yang hanya bisa diselesaiakan jika saya kaya.
Bahkan tidak jarang karena pikiran 'aku ingin kaya' disadari atau tidak saya justru kehilangan 'kekayaan' yang sudah saya memiliki.
Adakah yang lebih mahal nilainya dari sebuah kejujuran?
Senin, 21 Desember 2015
Aku Ingin Kaya
Langganan:
Komentar (Atom)